Yosumu’s Weblog

MIDP dan MIDLET

Posted by: Joehakim on: Januari 6, 2009

1. MIDP

The Mobile Information Device Profile (MIDP) berada di atas dari CLDC. Anda tidak bisa menulis aplikasi mobile hanya dengan menggunakan CLDC API. Anda harus tetap memanfaatkan MIDP yang mendefinisikan UI.

Spesifikasi MIDP, kebanyakan seperti CLDC dan API lainnya sudah digambarkan melalui Java Community Process (JCP). JCP melibatkan sebuah kelompok ahli berasal dari lebih dari 50 perusahaan, yang terdiri atas pabrik perangkat mobile, pengembang software. MIDP terus berkembang, dengan versi-versi masa depan yang telah lulus dari proses ketat JCP.

Spesifikasi MIDP menggambarkan suatu perangkat MID yang memiliki karakteristik- karateristik ini sebagai batas minimum:

· Tampilan:

· Ukuran Layar: 96×54

· kedalaman tampilan: 1-bit

· Ketajaman pixel: sekitar 1:1

· Masukan:

· Satu atau lebih mekanisme user-input: satu keybboard, dua keyboard, atau

touch screen

· Memory:

· 256 kilobytes of non-volatile memory untuk implementasi MIDP.

· 8 kilobytes of non-volatile memory for application-created persistent data

· 128 kilobytes of volatile memory for the Java runtime (e.g., the Java heap)

· Jaringan:

· dua jalur, wireless, bandwidth terbatas

· Sound:

· Kemampuan untuk memainkan nada-nada

MIDP menggambarkan model aplikasi, UI API, penyimpanan dan jaringan yang kuat,

permainan dan media API, kebijakan keamanan, penyebaran aplikasi dan ketetapan over-theair.

2. Midlet

Aplikasi yang berjalan pada sebuah perangkat yang mendukung MIDP disebut dengan MIDlets, atau lebih singkatnya MIDlet merupakan aplikasi yang dibuat menggunakan Java 2 Micro Edition dengan profile Mobile Information Device Profile (MIDP).

MIDP dikhususkan untuk digunakan pada handset dengan kemampuan CPU, memori, keyboard dan layer yang terbatas, seperti handphone, pager, PDA dan sebagainya.

Perangkat application management software (AMS) berinteraksi langsung dengan MIDlet dengan method MIDlet create, start, pause, dan destroy.

MIDlet adalah bagian dari package javax.microedition.midlet. Sebuah MIDlet harus di-extend dengan class MIDlet. Dan dapat meminta parameter dari AMS seperti dirumuskan dalam application descriptor (JAD). Suatu MIDlet tidak harus memiliki (dan memang harus tidak mempunyai) sebuah method public static void main(String[] argv).Method tersebut tidak akan dikenal lagi oleh AMS sebagai titik awal sebuah program.

2.1 Siklus MIDlet

Kehidupan MIDlet dimulai ketika di-instantiate oleh AMS. MIDlet pada awalnya masuk status “Pause” setelah perintah baru dibuat. AMS memanggil constructor public tanpa argumen dari MIDlet. Jika sebuah exception terjadi dalam constructor, MIDlet memasuki status “Destroyed” dan membuangnya segera.

  • MIDlet masuk ke dalam status “Active” atas pemanggilan method startUp() oleh AMS.
  • MIDlet masuk ke dalam status “Destroyed” ketika AMS memanggil method destroyApp().

Status ini juga kembali diakses ketika method notifyDestroyed() kembali dengan sukses kepada aplikasi. Dengan catatan bahwa MIDlet hanya bisa memasuki status “Destroyed” sekali dalam masa hidupnya.

Siklus Midlet

Siklus Midlet

Naskah By : Yohakim Marwanta

Tinggalkan Balasan

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Ubah )

Connecting to %s


  • yosumu: silahkan cek nilai di ruang saya. Siapa tahu ad kekeliruan. Trims Joehakim
  • putra: bos nilai SBD ku ko dpt C... Ak da ngulang 2x...
  • yosumu: OK..terima kasih atas permintaannya...kami akan segera mengisi..mohon ditunggu. trims
Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.